Rabu, 16 April 2014

Jaga Berat Badan Agar Tak Berlebihan Saat Hamil dengan Cara Berikut

Jaga Berat Badan Agar Tak Berlebihan Saat Hamil dengan Cara Berikut

Jaga Berat Badan Agar Tak Berlebihan Saat Hamil dengan Cara Berikut


Bagi wanita hamil, kalori ekstra yang dibutuhkan saat hamil sering berakibat pada pertambahan berat badan yang berlebihan. Padahal kelebihan berat badan sebelum hamil atau berat badan yang terlampau naik saat hamil dapat berakibat buruk, tidak hanya bagi calon ibu, tetapi juga pada bayi.

Menurut Centers of Disease Control and Prevention’s Pregnancy Risk Assessment Monitoring System, lebih dari 30 persen wanita yang memiliki berat badan normal sebelum hamil tetap berisiko memiliki bobot berlebihan saat hamil.

Kondisi ini bisa berakibat pada peningkatan tekanan darah dan diabetes gestasional. Ada juga kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami keguguran, bayi lahir dalam kondisi meninggal, atau kondisi di mana bayi harus dilahirkan melalui operasi caesar.

"Sulit mendeteksi bayi jika ibunya dalam kondisi obesitas atau berat badannya berlebihan," ungkap dr Alyssa Dweck, seorang dokter kandungan dan ginekolog

Selama persalinan, risiko untuk mengalami pembekuan darah, infeksi, dan kesulitan mengelola anestesi juga menjadi lebih tinggi. Studi menunjukkan, wanita yang kelebihan berat badan juga dapat memiliki masalah menyusui. Selain itu, menurunkan berat badan setelah melahirkan bisa dikatakan cukup sulit.

"Bayi yang lahir dari ibu obesitas lebih cenderung akan kelebihan berat badan juga nantinya. Tidak jelas apakah itu karena mereka memiliki kebiasaan makan yang sama seperti ibu mereka atau hanya karena gen," imbuh Melinda Johnson, seorang ahli diet dan juru bicara untuk Academy of Nutrition and Dietetics.

"Kehamilan adalah waktu yang tepat bagi calon ibu untuk mulai belajar kebiasaan baik, sebab kebiasaan memainkan peran besar dalam kesehatan anak-anak mereka,

Berikut adalah langkah untuk menjaga berat badan agar tidak bertambah secara berlebihan saat hamil:

1. Pelajari pedomannya dengan baik
Menurut Dweck, jika sebelumnya Anda sudah kelebihan berat badan, maka penurunan berat badan tidak harus menjadi tujuan utama selama kehamilan. Sebaliknya, ikuti pedoman kenaikan berat badan kehamilan, yang didasarkan pada body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh.

2. Konsumsi cukup vitamin
Untuk memastikan Anda mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat, konsumsi vitamin prenatal dengan 1 miligram asam folat, zat besi, dan asam docosahexaenoic (DHA). Sebuah kondisi hamil yang baik juga harus memiliki 1.200 mg kalsium dan 600-1.000 mg vitamin D.

3. Atur pola makan yang seimbang
Sangat penting untuk mengatur pola makan sepanjang hari untuk menjaga gula darah dan energi Anda tetap stabil. Johnson merekomendasikan makan setiap 2-4 jam, tergantung pada seberapa lapar Anda. Tidak masalah untuk mengikuti rasa 'ngidam', tetapi cobalah untuk fokus pada banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan susu rendah lemak.

4. Jangan ragu untuk konsultasi dengan ahli kandungan
Jika Anda merasa khawatir tentang berat badan atau diet selama kehamilan, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter atau ahli diet sebelum hamil. Sebab menurut Dweck, kehamilan bukanlah waktu untuk memulai program latihan.

Namun jika Anda sudah dalam kondisi hamil, ada baiknya Anda juga melakukan konsultasi dengan dokter kandungan Anda.

5. Jangan melihat timbangan
Apakah jumlah pada skala tetap naik setiap minggu meskipun Anda sudah berupaya keras? Jangan khawatir, menurut Johnson berat badan Anda tidak masalah jika Anda membuat pilihan pola hidup yang sehat, seperti memperhatikan porsi makan dan berolahraga.

"Jika wanita mengikuti saran itu, mereka dapat menghindari stres," ungkap Johnson.
 



Dapatkan artikel terbaru seperti Jaga Berat Badan Agar Tak Berlebihan Saat Hamil dengan Cara Berikut langsung ke Email kamu..!!!